Cari Informasi di Blog

Kamis, 24 Oktober 2013

PELATIHAN MASYARAKAT


 PELATIHAN BKAD DAN BPUPK SE KABUPATEN OKU SELATAN

Pada tanggal 17 - 19 Oktober 2013 Kabupaten OKU Selatan menyelenggarakan pelatihan BKAD dan BPUPK se Kabupaten OKU Selatan. Total peserta sebanyak 38 orang yang terdiri dari pengurus BKAD dan BPUPK. Acara dilaksanakan di Mess Pemda, Kecamatan Banding Agung - Danau Ranau. Berikut adalah foto-foto yang dapat di-upload.


Danau Ranau dan Gunung Seminung Waktu Pagi


 Registrasi Peserta


Peserta bersiap acara pembukaan


 Bina Suasana bersama Muhammad (FT Muaradua Kisam)


 Saling pijit untuk mengakrabkan peserta


 Peserta nampak akrab


Perkenalan Peserta


Saling Kerjasama


Berembug


Peserta siap menerima materi

Abu Bakar (FK Simpang) dan Budianto (Faskab) menyimak pertanyaan peserta untuk materi Konsepsi



M Andi Syafran (FT Kec Buay Runjung) memaparkan materi Kebijakan Integrasi



Peserta Pelatihan BPUPK menyimak pemaparan materi oleh Abu Bakar (FK Simpang)



Hernila Fitri (FK Muaradua Kisam) memaparkan materi pada peserta pelatihan BPUPK


BPUPK Kecamatan Simpang sedang presentasi tugas kelompok


M Ali (FT Muaradua) memandu materi SOP BPUPK



Shafriyadi (FT Mekakau Ilir) menjelaskan materi Hubungan Kelembagaan BKAD dengan Otonomi Desa


 Dwi Hartadi (Faskeu) beserta Rivo Nopriansyah (FK Mekakau Ilir) sedang memberikan penegasan materi


BPUPK Latihan Audit Keuangan 


M Andi Syafran (FT Buay Runjung) Sedang memaparkan materi AD-ART BKAD


Elvin (FT Buay Sandang Aji) memandu materi Konsep dan Prinsip Pembangunan Partisipatif


 Peserta BKAD sedang diskusi kelompok


Irwansyah (BKAD Buay Sandang Aji) sedang presentasi hasil diskusi kelompok


 A Ghani (BKAD Muaradua) menjelaskan hasil diskusi kelompok


 Rifki Chandra (BKAD Pulau Beringin) menyampaikan hasil diskusi


 Bambang Y (BKAD Muaradua) mendengarkan tanggapan peserta saat diskusi


 Jon Elliyus (BKAD Simpang) membacakan hasil kerja kelompok


 Dian (Notulen)


 Panitia (Organizing Commite)


Rano (FK Kisam Tinggi) menjelaskan materi Pola Pengembangan BKAD


Maarif Syaifuddin (FT Simpang) menjelaskan materi Fungsi BKAD dalam Pemeliharaan Aset PNPM



Faskab dan Panitia


 Kholid Yusuf (Fastekab) memberikan sambutan pada penutupan acara


 Dwi Hartadi (Faskeu) melepas secara simbolik tanda peserta pelatihan


 Foto Bersama




Rabu, 25 September 2013

Rakor Kabupaten



RAPAT KOORDINASI PNPM MANDIRI PERDESAAN
KABUPATEN OKU SELATAN

          OKU Selatan, 19 September 2013.
Suasana Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten OKU Selatan nampak berbeda dari biasanya. Hari itu sekitar seratus orang pelaku PNPM Mandiri Perdesaan se Kabupaten OKU Selatan mengikuti rapat koordinasi (rakor). 



Para pelaku yang hadir terdiri dari BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa), BPUPK (Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan), UPK (Unit Pengelola Kegiatan), PJOK (Penanggung Jawab Operasional Kegiatan) dan FK (Fasilitator Kecamatan).



            Acara Rakor PNPM Mandiri Perdesaan ini dibuka oleh Sekretaris Badan BPMPD. Sedangkan narasumber terdiri dari PJOKAB (Penanggung Jawab Operasional Kabupaten), Tim Fasilitator Kabupaten OKU Selatan dan Spesialis IEC (Information, Education and Comunication) Provinsi Sumatera Selatan.
 


             Dalam paparannya Bapak Juandi Ishak (PJOKab PNPM-MPd OKU Selatan) menjelaskan tentang jumlah indikasi lokasi dan alokasi BLM Tahun 2014. Beliau menyampaikan surat dari Dirjen PMD bahwa indikasi lokasi PNPM MPd TA 2014 tetap terdanai 10 kecamatan namun jumlah alokasi dana sedikit turun dari TA 2013. Walaupun demikian Dirjen PMD memberi kesempatan bagi Kabupaten untuk mengajukan perubahan terhadap indikasi lokasi dan alokasi tersebut sebelum ditetapkan.


             Spesialis IEC, Bapak Muhammad Nasir, menjelaskan pada peserta rakor tentang pentingnya media informasi dimanfaatkan secara optimal untuk proses transparansi dan publikasi. Papan informasi kecamatan dan desa diharapkan agar selalu diperbaharui (update) dengan berita terkini. 





Beliau juga menyampaikan tentang media internet yang sudah dibuat oleh pelaku PNPM untuk mempublikasikan kegiatan yang ada dalam bentuk “best praktis” (pengalaman terbaik) untuk dicontoh tempat lain. “Sebetulnya banyak kegiatan kita di Sumsel ini baik prasarana maupun yang non prasarana memiliki kualitas baik, sangat bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini dapat kita sampaikan ke publik sehingga dapat dijadikan contoh bagi wilayah lain dan sebagai cerita bahwa di Sumsel PNPM Mandiri Perdesaan memang berhasil”. Ungkapnya singkat.



            Fasilitator Kabupaten OKU Selatan, Bapak Budianto, memberikan materi tentang adanya perubahan Alur Tahapan Perencanan untuk TA 2014 dan adanya revisi PTO (Petunjuk Teknis Operasional) dari Dirjen PMD. 

 Beliau juga memaparkan tentang perlunya keterlibatan berbagai pihak dalam proses penanganan masalah yang ada di kecamatan sehingga PNPMMPd dapat berjalan dengan baik dan tidak ada penyimpangan prosedur dan dana.




            Dari laporan PJOK se kabupaten OKU Selatan bahwa untuk TA 2013 PNPMMPd OKUS mendapat alokasi dana sebesar Rp. 13.750.000.000,-. Dana tersebut untuk 10 kecamatan yang terdiri dari dana APBN sebesar Rp. 12.415.000.000,- dan APBD sebesar Rp. 1.335.000.000,-.



Dari total dana tersebut dialokasikan untuk 91 desa atau 102 kegiatan yang terdiri dari 82 kegiatan prasarana dan 20 kegiatan Simpan Pinjam Perempuan.



          Saat ini jumlah dana yang tersalur ke desa kurang lebih sebesar 38% (Rp. 4,8 Milyar), pekerjaan sedang berjalan dan rata-rata progres fisik 35%.




            Fasilitator Keuangan Kabupaten, Bapak Dwi Hartadi, dalam paparannya menjelaskan tentang proses pengajuan tahap ke-2 ke KPPN dan dana DDUB telah diajukan ke Satker kabupaten. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat cair ke rekening UPK. Beliau juga memaparkan tentang kondisi real lembaga kecamatan seperti UPK, BKAD dan BPUPK di OKU Selatan. Pada saat ini ada beberapa kecamatan dengan kelembagaan yang cukup baik dan ada kecamatan yang perlu peningkatan dan perbaikan. Semua itu berpulang pada masyarakat di kecamatan untuk memilih pelaku yang ada dan membantu proses perbaikannya.




Dalam tambahan penjelasannya Bapak Juandi Ishak menyampaikan bahwa dana APBD diperkirakan cair pada akhir Bulan September damikian juga dana APBN 30% tahap 2 sebagian kecamatan akan cair juga pada akhir September 2013. “Mudah-mudahan pada Bulan Desember 2013 semua pekerjaan dapat diselesaiakan”. Pungkasnya.




            Peserta sangat antusias mengikuti rakor ini yang selama tahun 2013 ini telah 3 kali dilaksanakan secara bersama oleh satker kabupaten dengan mengundang kelembagaan kecamatan terkait.


Diakhir acara, Satker Kabupaten membagikan dana honor untuk pelaku kecamatan seperti BKAD, PJOK dan BPUPK yang telah bekerja keras memfasilitasi program di lapangan.